Thursday, Mar 11th

Last update:12:21:00 AM GMT

Headlines:


Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Serbia Terancam Tutup

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Share/Save/Bookmark

Pertikaian antara kelompok ulama dan pemerintah menyebabkan krisis finansial di lembaga-lembaga pendidikan Muslim di Serbia. Akibat kekurangan dana, lembaga-lembaga pendidikan Islam di negeri itu terancam tutup.

Mufti dan Ketua Majelis Ulama Serbia, Syaikh Muamer Zukorlic mengatakan, ketegangan antara pemerintah dan ulama dipicu oleh sikap pemerintah Serbia yang berusaha membatasi ekspansi pendidikan yang dilakukan majelis ulama, dengan cara memberlakukan kebijakan yang mempengaruhi sumber pendanaan lembaga tersebut. Padahal undang-undang di Serbia membolehkan penyaluran dana bagi institusi-institusi keagamaan.

"Pemerintah menangguhkan anggaran untuk Majelis Ulama yang selama ini digunakan untuk membiayai operasional dan program-program yang dilakukan Majelis. Pemerintah juga menekan para pengusaha untuk tidak lagi memberikan dana bantuan pada Majelis Ulama," kata Syaikh Zukorlic.

Para pengusaha yang khawatir bisnisnya terancam, memilih untuk menghentikan donasinya. Posisi Majelis Ulama makin sulit karena otoritas Serbia melakukan kampanye hitam lewat media massa agar masyarakat tidak mempercayai lagi lembaga Majelis Ulama di negeri itu.

Syaikh Zukorlic mengatakan, jika lembaga-lembaga pendidikan Muslim banyak yang tutup akan berdampak pada kegiatan dakwah Islam di Serbia. Saat ini, Majelis Ulama Serbia membiayai tujuh sekolah taman kanak-kanak dengan jumlah siswa mencapai 1.000 orang, tuga sekolah menengah dengan jumlah siswa 500 orang serta mengelola satu fakultas studi Islam dan membiayai operasional Universitas Internasional Novi Pazar yang memiliki sekitar 4.000 mahasiswa.


"Kami melakukan ekspansi di bidang pendidikan untuk melestarikan identitas keislaman kami. Tapi krisis finansial memaksa kami untuk menghentikan sejumlah proyek-proyek baru kami," tukas Syaikh Zurkolic.

Salah satu institusi pendidikan yang terancam tutup adalah fakultas studi Islam yang memiliki 300 mahasiswa dan 45 profesor pengajar. Menurut Dekan Fakultas, Almir Pramenkovic, para profesor yang mengajar di fakultas itu sudah berbulan-bulan tidak menerima gaji.

"Krisis keuangan sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu dan makin memburuk beberapa bulan belakangan ini. Para staf fakultas kemungkinan akan di-phk (pemutusan hubungan kerja) jika krisis terus berlanjut," kata Profesor Hajrudin Balic.

Kesulitan keuangan karena minimnya donasi juga dialami sekolah menengah GAZI ISA BEG. Sekolah yang dibangun sejak abad ke-16 dan menjadi sekolah tertua di kawasan Sanjak ini memiliki 328 siswa dan 95 staf. Sekolah ini kini dalam kondisi kembang kempis dan terancam tutup.

"Banyak guru yang belum dibayar gajinya selama berbulan-bulan," kata kepala sekolah, Mustafa Fetic.

Tak ada pilihan lain selain meminta bantuan dari dunia Islam untuk mempertahankan institusi-institusi pendidikan Islam di Serbia. Majelis Ulama sudah meminta komunitas Muslim di luar Serbia untuk memberikan bantuan dana guna mengatasi krisis finansial yang dialami lembaga itu.

Di Serbia, komunitas Muslim yang jumlahnya hanya sekitar 500 ribu orang menjadi warga minoritas. Kebanyakan mereka adalah etnis Bosnia dan Albania. (ln/iol)





Sumber

Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh