WASHINGTON--MI: Badai salju kedua dalam satu pekan menimbun bagian Timur-Laut AS, Rabu (10/2), kejadian yang memecahkan rekor turunnya salju dalam satu abad di Ibu Kota negara itu, sehingga ribuan orang tak memperoleh listrik dan mengakibatkan kerugian jutaan dolar AS.
Dari Washington sampai Philadelphia dan New York, kota besar yang sebagian besar kegiatan di wilayah itu berhenti --gedung pemerintah tutup, angkutan umum dikurangi, ribuan penerbangan dibatalkan dan sebagian jalan raya ditutup-- saat salju dan angin kencang menciptakan keadaan yang terlihat putih semua.
Markas PBB di New York ditutup. Tetapi Wall Street dan banyak kegiatan bisnis lain tetap beroperasi, dan satu gedung pialang, J.P. Morgan Chase, menawarkan pelbet di ruang konferensi bagi pekerja kalau mereka tertahan di tempat kerja.
Salju benar-benar menimbun perdagangan di Wall Street dan juga menjadi sebagian penyebab lemahnya tawaran di rumah lelang AS. "Orang memusatkan perhatian pada cara mereka dapat pulang akibat salju," kata