London - Gara-gara merekayasa kasus, petinggi polisi London ini harus meringkuk dalam penjara. Petinggi itu merekayasa kasus pengusaha yang ternyata tak bersalah dengan motif pribadi, menaikkan peringkatnya.
Pejabat senior di Kepolisian Metro London Ali Dizaei dijebloskan ke penjara karena membuat keributan dengan pengusaha pengembang situs web Waad Al-Baghdadi (24), seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (9/2/2010).Rekayasa Kasus, Petinggi Polisi London Dipenjara 4 Tahun
London - Gara-gara merekayasa kasus, petinggi polisi London ini harus meringkuk dalam penjara. Petinggi itu merekayasa kasus pengusaha yang ternyata tak bersalah dengan motif pribadi, menaikkan peringkatnya.
Pejabat senior di Kepolisian Metro London Ali Dizaei dijebloskan ke penjara karena membuat keributan dengan pengusaha pengembang situs web Waad Al-Baghdadi (24), seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (9/2/2010).
Dizaei berhutang 600 Poundsterling kepada Baghdadi. Hutang itu timbul atas jasa Baghdadi yang telah membuat situs pribadi yang didesainnya untuk Dizaei.
Ketika Baghdadi meminta pimpinan kepolisian itu membayar di luar restoran di London, Dizaei malah mengikuti Baghdadi ke suatu gang dan menahannya dengan paksa di mobilnya sambil berkata, "Saya bertanggung jawab atas 5 ribu personel dan saya dapat menentukan hidupmu."
Dizaei kemudian mengklaim bahwa korban telah menyerangnya dengan logam tajam, mulut pipa shisha. Tak tanggung-tanggung, Dizaei pun membuat luka buatan untuk mendukung klaimnya. Dizaei pun memfitnah Baghdadi dengan pencurian kartu kredit.
Baghdadi yang tak bersalah pun harus meringkuk di sel setidaknya 24 untuk diinterogasi polisi sebelum kasusnya dilimpahkan ke penuntutan.
Setelah sebulan persidangan di Pengadilan Southwark Crown, juri akhirnya memutuskan Dizaei bersalah dan terbukti menyalahgunakan wewenang di lembaga publik. Juri juga memerintahkan Independent Police Complaints Commission (IPCC/Komisi Keluhan Polisi Independen) melakukan investigasi.
Hasil investigasi IPCC ini akan diserahkan kepada Otoritas Kepolisian Metropolitan London untuk memutus nasib Dizaei. Dizaei pun terancam desersi dan kehilangan semua hak pensiunnya atas hukuman sebagai polisi korup.
Sementara pimpinan IPCC Nick Hardwick mencap Dizaei sebagai 'kriminal berseragam' yang mengancam reputasi institusi secara keseluruhan.
(nwk/nwk)
Sumber










