Thursday, Mar 11th

Last update:12:21:00 AM GMT

Headlines:


Terjebak Selama 28 Hari, Korban Gempa Haiti Diselamatkan

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 
Share/Save/Bookmark

PORT AU PRINCE - Keajaiban kembali terjadi di tengah-tengah kemalangan yang dialami oleh korban gempa Haiti. Seorang pria ditemukan selamat, setelah terjebak selama sekira empat pekan dalam reruntuhan gedung yang hancur akibat gempa berkekuatan 7 skala richter melanda Haiti 12 Januari lalu.

Menurut dokter, pria berusia 28 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi kekurangan air serta lemas akibat tidak mendapatkan pasokan makanan selama 28 hari. Menurut keterangan adik pria tersebut, dirinya mampu bertahan setelah warga yang mengetahui keberadaannya memberikannya air untuk bertahan.

Kini ia bisa bernafas lega setelah dirinya mampu dikeluarkan dari reruntuhan tersebut dan dirawat di sebuah rumah sakit darurat yang berada di Bandara Port au Prince. Kondisi dirinya saat ini menunjukan jika dirinya memang terperangkap dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sementara dokter yang merawatnya saat ini mengatakan, keberhasilan pria tersebut untuk bertahan selama hampir empat pekan memang tidak lazim. Namun hal tersebut memang mungkin terjadi. "Ia amat kekurangan air dan kondisinya amat lemah, sepertinya dia memang terjebak cukup lama," Ungkap Dr Dushyantha Jayaweera, dikutip Reuters, Selasa (9/2/2010).

Sejak gempa yang melanda Haiti 12 Januari lalu, lebih dari 200 ribu orang dilaporkan tewas. Sementara 1,5 juta warga dikabarkan telah kehilangan tempat tinggal, namun diperkirakan 140 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan gedung.

Selain masalah korban, gempa Haiti juga menyisakan masalah lain. Penjualan anak korban gempa menjadi isu sejak gempa melanda negara Kepulauan Karibia tersebut. Isu paling menarik perhatian banyak pihak adalah upaya 10 misionaris Amerika Serikat yang ingin membawa 33 anak korban gempa Haiti keluar dari negaranya.

Kini pihak Pengadilan Haiti mulai melakukan proses pengadilan terhadap 10 warga AS tersebut. Menurut pengacara dari warga AS tersebut, kliennya mengaku memiliki dokumen yang dibutuhkan membawa anak korban gempa. Tentunya dokumen ini bisa membantu mereka untuk keluar dari jeratan hukum di Haiti. Atas dokumen tersebut para tersangka yakin jika mereka akan dibebaskan.

Untuk permulaan lima warga AS tersebut telah memberikan keterangan mereka kepada hakim yang memimpin pengadilan. Sementara sisanya akan menjalani proses serupa pada akhir pekan ini. Pimpinan 10 warga AS ini, Laura Silsby yakin jika mereka dapat bebas kembali.

Kasus menjadi bukti kekhawatiran jika para sindikat penjual anak akan mengambil keuntungan di saat Haiti dilanda kekacauan pascagempa yang melanda. Para sindikat ini dipastikan dapat leluasa menculik anak dan menjual anak-anak korban gempa Haiti. (faj)(rhs)

 






Sumber



Share/Save/Bookmark

Add comment


Security code
Refresh